Akhir pekan lalu, mungkin menjadi momen yang membuat bingung banyak pecinta sepakbola. Tiga calon juara Liga Spanyol (La Liga) semuanya gagal merebut poin penuh alias tak ada yang menanh, membuat persaingan terbuka lebar.
Barcelona sebenarnya hanya ditantang oleh tim papan bawah Getafe , lalu Atletico Madrid bertandang ke markas Levante, sedangkan Real Madrid menjamu Valencia di Santiago Bernabeu. Tiga laga ini tampak menjadi "makanan empuk" ketiga tim.
Namun, semua prediksi tersebut salah besar. Pertama, Barcelona harus terperangah setelah dua gol Angel Lafita memaksa raksasa itu tertahan 2-2 oleh Getafe di Camp Nou.
Jika melihat dari papan klasemen, hasil imbang ini tentu sangat mengejutkan. Pasalnya, Getafe adalah penghuni papan bawah dengan menempati peringkat 17, hanya satu strip di atas zona degradasi.
Usai peluit panjang, pemain-pemain Blaugrana pun tertunduk lemas. Cesc Fabregas duduk lemas di atas rumput sedangkan Alexis Sanchez terus memegang kepala. Seakan sadar kalau peluang untuk mempertahankan gelar juara sudah hampir pasti tertutup.
"Saya pikir Liga sudah berakhir untuk kami sekarang. Kami harus belajar dari hal ini untuk masa depan," ujar gelandang bertahan Barcelona, Sergio Busquets, kepada wartawan, seperti dikutip Football Espana.
Bukan hanya Busquets, Xavi Hernandez pun sempat mengatakan sudah tak memikirkan musim ini. Kapten Barcelona itu juga menilai Liga musim ini berjalan sangat buruk. Ia kini mulai fokus untuk menatap musim depan.
"Kami merasa buruk. Kami tak bisa mewujudkan ekspektasi musim ini. Kami harus mengkritik diri kami dan mulai berpikir musim depan," tambah Xavi usai ditahan imbang .
Duo Madrid Terpeleset
Kegagalan Barcelona merebut poin penuh membuat Atletico sangat berpeluang memantapkan posisi di puncak klasemen. Jika menang, Atletico bakal memiliki poin 91 atau unggul enam poin atas Barcelona.
Namun, kejutan besar kedua terjadi di markas Levante. Gol bunuh diri Filipe Luis dan gol David Barral membuat Los Rojiblancos tersungkur dengan skor 0-2 di Estadio Ciudad deValencia.
Diego Costa cs sangat tidak beruntung sepanjang laga. Tak ada satu pun gol tercipta meski Atleti menghujani gawang Levante dengan peluang.
Kekalahan ini merupakan langkah mundur bagi Atletico setelah sebelumnya tampil gemilang dengan lolos ke final Liga Champions. Meski begitu, Diego Simeone malah bersyukur dengan kekalahan ini yang dinilai bisa melecut kembali semangat tim asuhannya.
"Kekalahan ini adalah hal terbaik, karena akan membuat kami menunjukkan intensitas tinggi dan antusiasme pada dua pekan berikutnya. Ini adalah masa yang ideal bagi para pemain. Semoga dua pekan ke depan akan fantastis," kata Simeone usai dipermalukan Levante.
Tertahannya Barcelona dan kekalahan yang ditelan Atletico membuat Madrid sangat berpeluang mendekati puncak klasemen jika bisa mengalahkan Valencia pada laga Minggu, 4 Mei 2014 atau Senin dini hari WIB.
Tapi, alih-alih tampil meyakinkan dan meraih kemenangan, El Real malah tampil jauh di bawah performa terbaik dan menciptakan kejutan ketiga. Bahkan, Cristiano Ronaldo cs dipaksa bekerja keras untuk mengamankan satu poin dari tangan tim tamu.
Dua kali Madrid tertinggal dari Valencia. Gol Jeremy Mathieu sempat disamakan oleh sundulan Sergio Ramos, tapi Valencia bisa kembali membalas lewat Dani Parejo. CR7 akhirnya muncul sebagai penyelamat lewat gol indahnya di injury time.
Hasil itu pun membuat Madrid kini mengumpulkan 83 poin, tertinggal lima angka dari Atletico. Meski masih memiliki satu laga lebih sedikit, peluang El Real untuk jadi juara masih bergantung pada hasil laga lain.
Jika sampai terselip di antara satu dari tiga laga pamungkas, pasukan Bernabeu siap-siap ucapkan selamat tinggal pada gelar La Liga. Carlo Ancelotti pun meminta pemain asuhannya agar tetap termotivasi di detik-detik akhir musim.
"La Liga adalah kompetisi yang berat, seperti biasanya, dan (titel) akan ditentukan pada beberapa laga terakhir. Tiga tim teratas menjalani laga yang berat dan persaingan menjadi lebih terbuka dari sebelumnya," ujar Ancelotti dilansir situs resmi Real Madrid.
"Kami masih memiliki motivasi dan keinginan untuk melanjutkan perburuan gelar hingga akhir musim. Ada tiga laga tersisa, dan kami harus memenangi semuanya untuk bisa meraih titel," lanjut pelatih asal Italia tersebut.
Kalkulasi Siapa Juara La Liga
Dengan satu poin yang direbut Barcelona saat duo Madrid terpeleset membuat persaingan di puncak klasemen semakin seru dan layak untuk dinantikan siapa pemenangnya.
Dengan jarak antara tiga klub teratas hanya tiga poin, satu salah langkah bisa membawa petaka. Berikut kalkulasi siapa yang bisa menjadi juara La Liga. Atletico? Madrid? Atau malah Barcelona?
1. Atletico Madrid (88 poin)
Tim besutan Diego Simeone ini masih memiliki peluang terbesar menjuarai La Liga. Jika mampu meraih kemenangan di dua pertandingan sisa, melawan Malaga (11 Mei) dan Barcelona (18 Mei), poin maksimal Atletico (94 poin) tidak akan terkejar Barcelona dan Madrid.
Dengan demikian, kunci Atletico untuk bisa menjuarai La Liga musim ini adalah pertandingan melawan Barcelona di Camp Nou. Jika Atletico kalah di Camp Nou, gelar juara akan direbut Barcelona ataupun Madrid.
Sebab, La Liga menggunakan sistem head-to-head. Pada pertemuan pertama di Vicente Calderon, Atletico dan Barcelona bermain imbang 0-0.
2. Barcelona (85 poin)
Barcelona akan menjadi juara La Liga jika mampu meraih dua kemenangan tersisa dan Madrid gagal memenangi salah satu dari tiga pertandingan tersisa. Dua pertandingan tersisa Barcelona musim ini adalah bertandang ke markas Elche (11 Mei) dan menjamu Atletico di Camp Nou (18 Mei).
Jika mampu mengalahkan Elche dan Atletico, dan Madrid gagal memenangi salah satu pertandingan, Barcelona akan merebut gelar juara dengan keunggulan head-to-head atas Atletico. Poin maksimal yang bisa diraih Blaugrana musim ini adalah 91 poin.
3. Real Madrid (83 poin)
Los Blancos akan menjadi juara La Liga jika memenangi tiga pertandingan tersisa dan Atletico mengalami kekalahan di salah satu dari dua pertandingan tersisa. Tiga pertandingan tersisa Madrid adalah melawan Real Valladoid (7 Mei), Celta Vigo (11 Mei), dan Espayol (18 Mei). Poin maksimal yang bisa diraih Madrid musim ini adalah 92 poin.
Nasib Madrid kemungkinan besar akan ditentukan melalui pertandingan Barcelona melawan Atletico di Camp Nou. Jika Barcelona bisa mengalahkan Atletico, Madrid bisa menjadi juara dengan catatan memenangi tiga pertandingan tersisa. Bila Barcelona dan Atletico berakhir imbang, Madrid akan kalah head-to-head dari rival sekotanya tersebut. (one)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar